Bagi yang tak pernah bersinggungan dengan HUKUM mungkin anda tak tahu, walaupun anda Sarjana Hukum.
Tak peduli anda strata berapa, bahkan "strata sembilan" pun, saya jamin, anda takkan tahu. Dalam hal Rasa.
Para pengamat juga para Dosen juga tidak tahu, apalagi yang masih siswa, Mahasiswa. Yang kalian pelajari cuma teori, celakanya teori itupun tak bisa kau amalkan karena kecilnya nyalimu dalam berhadapan dengan sistem yang ada.
Kebutuhan perut dan syahwatmu lebih melegenda dibanding mengamalkan ilmumu.
Keberanianmu sangat dinantikan dalam Negara ini, tetapi keberinian yang Adil, bukan ngawur, apalagi dalam kemarahan dan kebencian. Hukum di tegakkan agar masyarakat sadar akan kekeliruannya dan bisa menjadi manusia yang baik, hukum ditegakkan untuk mengadili, bukan MENGHAKIMI.
Hukum memang HITAM PUTIH, maka jangan menuntut atau memutuskan hal itu jika ragu2.
Pendapat yang mengatakan " lebih baik melepaskan 1000 penjahat, daripada 1 menghukum orang yang belum jelas pidananya" adalah benar.
Dalam praktek Peradilan harus tanpa kesalahan. Karena yang mendapatkan hukuman itu orang, bukan kambing. Apalagi jika orang tersebut adalah kepala keluarga. Jika keliru maka hukuman juga jatuh dan sangat dirasa oleh keluarganya.
Jangan bangga jika salah menghukum orang lalu bilang, namanya manusia pasti ada salah, atau kesalahan 3% dari kasus yang ditangani adalah wajar.
Ingat putusanmu itu ke orang bukan KAMBING juga bukan Tiang listrik yang diam.
Korupsi adalah hal yang dibenci, aku sepakat. Hukum mereka yang melakukan, yang terbukti dengan jelas. Gunakanlah hati dan ilmumu, gunakan nalarmu. Jangan emosimu.
Jangan tutup mata dengan sebuah fakta2 yang ada, itu perlu kau rangkai menjadi satu, dan bisa kau tarik suatu kesimpulan, jika tak terbukti bebaskan, jika terbukti cari tingkat keterlibatannya. Itu lebih adil dan fair.
"HUKUMAN TAK KAN PERNAH ADIL, SAMPAI TERHUKUM BISA MENERIMA HUKUMAN ITU DENGAN IHLAS"










